Monday, September 29, 2014

JAKARTA REPOSE PROJECT - MAN OF LEISURE 7: GRATIA HENDRA GUNAWAN

Nama      :Gratia Hendra Gunawan
Usia        :21 tahun
Status     :Belum menikah
Domisili  :Jakarta Selatan
Pekerjaan:Mahasiswi



Gratia Hendra Gunawan, 21 tahun, mahasiswi DKV ini mengartikan waktu luang sebagai saat-saat tidak tugas. Bagaimana dirinya menggunakan waktu luang?

Dalam seminggu diakuinya dirinya memiliki 3 hari waktu luang dalam weekdays, biasanya Gratia mengisi hari-harinya dengan nongkrong, di kamar streaming youtube, dan jalan-jalan untuk makan. Destinasi yang dipilih juga tidak hanya di sekitaran Jakarta Selatan tetapi ke beberapa wilayah Jakarta lainnya. Diakuinya bepergian jauh dilakoninya kalau sedang bersama teman-temannya, “Kalo lagi rame-rame sama temen-temen, biar asik aja, ngobrol bareng ngerumpi bareng.”

Namun, Gratia mengakui waktu luang lebih banyak diisi bersama pacarnya, “Karena kebetulan kita berdua sama-sama ngekos, waktu luangnya jadi lebih banyak, jadi kalau mau jalan kemana ya jalan aja.” Mall menjadi tujuan utama bersama pacarnya, karena dirasakannya bisa melakukan apapun disana, “Jalan-jalan bisa, liat-liat aja juga bisa.” Tetapi diakuinya, terkadang mall juga membuatnya bosan, sehingga kafe lah yang menjadi destinasi alternatif bagi Gratia. “Terus terang sih bosen, jadi kalo udah bosen gitu cari suasana kaya ke kafe, bar, atau cari tempat yang belum pernah di datengin.”
Kafe-kafe yang seringkali dipilih untuk dikunjungi adalah Dim Sum, Inc, Beer Garden, Bakmi GM, dan Pizza e Birra. Tempat-tempat itu menjadi pilihan karena, “Kalau Dim Sum, Inc itu 24 jam, Beer Garden juga sampe malem, dan kebetulan dekat kampus, Pizza e Birra juga ada di CP, ya biasa gitu sih karena aksesnya deket ato buka 24 jam.”

Mengenai tempat-tempat di Jakarta, Gratia mengakui sudah banyak mengunjungi tempat-tempat Jakarta. Di Jakarta Pusat, Gratia sudah sering mengunjungi PX, Plaza Indonesia, GI, dan Beer Garden. Di Jakarta Utara biasanya ia mengunjungi PIK dan Kelapa Gading, namun ia lebih memilih Kelapa Gading karena akses yang lebih dirasakan mudah diakses oleh motor. Jakarta Timur biasanya hanya dilewati, dan Jakarta Barat biasanya ia ke CP, CL, dan TA. Khusus Jakarta Selatan, Gratia sering mengunjungi PIM dan PP.

Berbicara mengenai tempat yang memorable, PIM menjadi tempat yang memorable bagi Gratia, “PIM sih, tempat jalan dari kecil sampe sekarang situ-situ aja.” Ia juga menambahkan, Plaza Senayan menjadi tempat memorable karena high heels nya yang lepas, “Sebenernya ke PS buru-buru, dandan dandan cantik trus sol sepatunya lepas, kebetulan sih karena awkard banget sih yaudah pede jaya aja gitu.” Memorable yang menyenangkan bagi Gratia adalah saat di Grand Indonesia karena itu merupakan tempat dirinya jadian dengan pacarnya.

Sebagai penduduk yang berhilir mudik di Jakarta, jalanan Jakarta dirasakan mempengaruhi mood saat sudah sampai di suatu tempat untuk mengisi waktu luang, “Sebenernya ngaruh tuh, kaya mau nonton, mau ngincer kira-kira jam 2 tapi karena jalanan macet, jadi hectic buru-buru jadinya sampe mall buru-buru pas antri tiket udah abis, gitu sih keselnya.” Namun, transportasi umum tidak dirasakan begitu layak untuk menjadi alternatif kendaraan di jalan, karena kemacetan masih tetap dirasakan dirinya.

Berbicara mengenai waktu luang bersama keluarga, biasanya ke mall bersama keluarga hanya untuk makan-makan dan kebanyakan mengisi waktu luang di rumah. Sebagai anak kos, saat kembali ke rumah waktu luang diisinya dengan, “Ngobrol dengan orang tua, ya ngaso-ngaso aja sih, ya paling kalau bisa jalan bareng ya jalan bareng.”

Dari sekian banyak tempat di Jakarta, Gratia mengakui kalau dirinya kurang menyukai Citraland, “Karena mallnya besar, bentuknya muter gitu jadi ga enak aja gitu, penataan toko-tokonya ga enak, sama parkirnya juga kurang enak.” Bagi Gratia mall yang enak adalah, “Space buat jalannya agak lebar, mungkin denah antar toko, kalo misalnya di blok-blokin lebih enak lebih tertata aja sih. Misalnya satu lantai buat sepatu ya enak aja.” Maka bagi Gratia, Kota Kasablanca menjadi mall yang pas dengan kriteria dirinya, karena dirasakannya lengkap, “Soal buat belanja brand-brandnya lengkap, penempatan store-storenya tuh enak.”

Destinasi selain mall, museum menjadi tempat yang pernah dikunjunginya, ia juga menyebutkan banyak nama-nama museum. “Ah, ke museum basicly emang karena tugas, tapi buat jalan-jalan pernah sih ke situ, biasanya sih gw yang ngajak.” Museum juga menjadi salah satu destinasi dalam rangka mencari suasana baru, namun dirasakannya ada beberapa yang belum pantas untuk menjadi tempat mengisi luang. “Seharusnya lebih direnov aja sih, supaya keliatan aja lebih enak sih. Kaya Museum Bahari karena bangunannya udah tua jadi keliatan kusem aja sih, sama kurang terawat museumnya.”

Sebagai mahasiswi jurusan Desain dengan tugas yang banyak, waktu Spare Time diantara jadwal kampus menjadi salah satu kesempatan dirinya menikmati waktu luang, “Biasanya ya kebanyakan sih ngobrol sampe bego aja sih di kampus, atau cari-cari tempat gitu yang cocok.” Tetapi juga kadang Gratia mengisinya dengan hanya stay di kampus, “Karena udah stuck aja mau kemana, jadi kita bilang bosen, ya itu sebenernya itu waktu luang sih.”

Waktu luang colongan juga kadang ia gunakan, “Waktu itu sih ada kelas trus gue malah cabut ke mall, rame-rame.” Pelajaran yang membosankan, bahasan yang sama seperti minggu kemarin menjadi trigger bagi Gratia untuk menjadikan waktu-waktu tersebut menjadi waktu luang colongan.

“Basicnya gw anak tunggal, jadi lebih suka rame-rame.” Hal itu menjadi alasan mengapa dirinya lebih suka mengisi waktu luang bersama teman-temannya. Selain itu, jurusan DKV yang dipilihnya juga menjadi faktor pemilihan aktifitas di waktu luang, “Karena gw anak DKV nih ada kerjaan, lagi niat lagi sempet, gambar rame-rame bikin karya.”

Dalam penggunaan sosial media, Gratia mengakui mengaktifkan semua sosial medianya, saat dirinya sedang bosan ia biasnya membuka Instagram, Facebook, dan Path. Sedangkan Twitter ia sudah mulai tinggalkan karena teman-temannya juga sudah meninggalkan sosial media itu. Path sendiri digunakan untuk, “Kepoin temen ya hahaha, ngepost juga lagi dengerin apa.”

Menurut Gratia tempat-tempat yang asik untuk di share, misalnya kantor magangnya, tempat yang pertama kali didatangi. Melalui check-in tempat ini, diakui Gratia tidak begitu mempengaruhi dirinya dalam memilih suasana baru dan berbeda. Diakuinya, suasana berbeda yang dicari oleh Gratia adalah dekorasi yang berbeda, menu yang berbeda, dan hal-hal yang belum pernah didapatkan di tempat-tempat lainnya.


Sebagai penutup, Gratia merasa sudah kebanyakan mall, “Sebenarnya kalo mau bikin mall gapapa, cuma to be waiting kalo mall yang environmentnya ada tamannya kaya CP, orang Jakarta tuh butuh taman yang terawat rus bagus, jadi lebih nikmat aja gitu pemandangan matanya jadi gak cuma bangunan-bangunan aja jadi masih ada hijau-hijaunya.” 

No comments:

Post a Comment