Monday, September 29, 2014

JAKARTA REPOSE PROJECT - MAN OF LEISURE 2: HESTI

Nama        : Hesti
Usia          : 35 tahun
Status       : Menikah
Domisili    : Jakarta Barat
Pekerjaan : Salesperson



Hesti, seorang pegawai counter makanan ringan di salah satu mall di Jakarta Barat mengakui semenjak berpisah tempat tinggal dengan teman-temannya, aktivitas waktu luangnya diisi hanya di rumah. Mengapa demikian?, Apakah yang dapat menjadi trigger bagi Hesti untuk dapat menikmati waktu luangnya keluar rumah?.

Matahari begitu terik ketika Hesti yang sudah 1 tahun berdomisili sementara di Tomang Tinggi, Jakarta Barat memulai ceritanya. Pada hari itu, ia mendapatkan shift siang, namun sekelilingnya nampak sepi. Waktu-waktu sepi seperti ini selayaknya juga dirasakan sebagai waktu luang bagi Hesti walaupun hanya sekedar duduk-duduk saja sambil memainkan telepon genggamnya.
Bagi Hesti, tidak banyak tempat di Jakarta khususnya Jakarta Barat yang ia pernah kunjungi, selain karena alasan waktu bekerja yang padat, teman-teman yang sudah tak lagi tinggal berdekatan juga menjadi penyebab utama yang membuat Hesti enggan meninggalkan kostannya. Alasannya, “Saya pernah lihat orang dirampok dijalan….”. Ya, rupanya alasan keamanan membuat Hesti enggan untuk pergi mengisi waktu luang sepeninggalan teman-temannya yang sudah berpindah ke daerah lainnya karena pekerjaan.

Sebelumnya, sewaktu ia masih bekerja di Garudafood, sepulang dari kerja, ia biasanya pergi bersama teman-temannya ke Kota Tua atau Monas untuk makan dan ngobrol hingga malam sekitar pukul 21.00. Walaupun dirasakan lelah, ia merasa waktu yang dihabiskan tersebut membuatnya lega, seakan sudah selesai bekerja untuk selamanya, walaupun pada kenyataannya ia harus tetap masuk kerja pada keesokan harinya. Hal utama yang membuatnya dapat merasa demikian adalah interaksi yang dipenuhi tawa lepas bersama teman-temannya. Tetapi sayangnya, hal tersebut sudah tidak dilakukannya lagi.

Sebenarnya Hesti masih memiliki beberapa teman disekitarnya, namun intensitas bertemunya lebih jarang. Hanya sekedar pergi membeli makan di sekitar kostannya, atau hanya sekedar ngobrol-ngobrol biasa di sore hari. Selebihnya, ia habiskan waktu luangnya di depan televisi.
Hesti sendiri mengakui, sebenarnya faktor mengapa dirinya lebih menginginkan pergi bersama teman-teman adalah keamanan dan interaksi yang lebih seru, lebih penuh tawa, dibandingkan dengan menghabiskan waktu luang sendiri. Dapat dikatakan juga, kalau Hesti adalah sosok yang harus mengisi waktu luangnya bersama teman. Hal ini berhubungan juga dengan pemilihan waktu luang menonton TV nya.

Hesti dapat menonton TV berjam-jam di kostannya apabila di hari libur atau day-off. Alasannya karena ia merasa ada teman dengan menonton TV. Acara yang dipilih untuk ditontonnyapun memang menggambarkan ‘sesosok teman’, yakni acara kuis atau terdapat permainan dalam tayangannya. Acara kuis memang terlihat lebih interaktif dibandingkan sinetron, alasan lainnya ia tidak menyukai sinetron adalah, “Gak suka, sinetron lebay, gak menghibur”.

Namun, bukan berarti Hesti sama sekali tidak pernah menikmati waktu luang. Terkadang anaknya yang berusia 5 tahun datang dari kampungnya untuk menemani dirinya. “Biasanya ke monas, saya sih duduk-duduk aja, anak saya yang jalan-jalan.” Tempat-tempat wisata yang familiar nampak menjadi pilihan bagi Hesti dan anaknya, selain monas, Kebun Binatang Ragunan menjadi pilihannya dalam mengisi waktu luang bersama anak-anaknya. Namun, setelah mengisi hari dengan berkeliling dan makan di tempat wisata tersebut, ia langsung pulang. Alasan langsung pulang adalah karena lelah dan harus bekerja di keesokan harinya. Terkadang juga ia masih mengisi sisa harinya setelah berwisata dengan menonton TV.

Waktu luang bersama anaknya ternyata tidak hanya di tempat wisata, jam-jam bekerjanya juga kadang diberikan untuk anaknya, “Kadang dibawa kerja, ya dia main-main aja gitu sendiri, saya sih duduk-duduk aja.”

Hesti memiliki pengalaman yang buruk saat sedang mengisi waktu luang dengan anaknya, “Waktu dari Ragunan ke Pondok Ranti, naik busway tapi salah turun jadi bablas, karena aku tidur, ketiduran jadi yaudah nyari mobil lagi lah”.  Namun, hal itu tidak menyebabkan dirinya kapok untuk terus berlanjut berwisata di lain harinya.

Namun diakui Hesti, dirinya lebih menyukai kerja dibandingkan bersantai-santai menikmati waktu luang, “Saya sih lebih suka kerja ya, gimana ya kalo ga kerja, rasanya dunianya sempit.” Tetapi jika dibandingkan dengan mengisi waktu luang dengan berjalan-jalan, Hesti lebih memilih untuk di rumah beristirahat, “Karena udah cape kerja, kalo udah cape gimana sih kan nyarinya istirahat.”

Di akhir interview, Hesti sebeneranya mengakui kalau sebenarnya dirinya juga merasa bosan kalau berada di kosan hanya menonton TV, jadi dapat dikatakan ia mengisi waktu luang di luar hanya jika dirinya merasa bosan di kosannya.


Berbicara mengenai liburan, Bali menjadi tempat impian bagi Hesti untuk mengisi waktu luang. Selain itu, kampung halamannya juga menjadi tempat yang lebih dirasakan memberikan kebebasan bagi dirinya dibandingkan di Jakarta, karena Jakarta baginya adalah tempat untuk dirinya bekerja. 

No comments:

Post a Comment