Monday, September 29, 2014

JAKARTA REPOSE PROJECT - MAN OF LEISURE 5: HERLINA

Nama       :Herlina
Usia         :20 tahun
Status      :Belum menikah
Domisili    :Jakarta Timur
Pekerjaan :Mahasiswi


“Waktu untuk bersantai-santai, tanpa ada beban, maksudnya pas lagi ga ada tugas, ga ada apa-apa gitu, emang lagi kosong.”

Herlina, seorang mahasiswi jurusan Akuntansi Universitas Tarumanegara, rata-rata waktu luang dihabiskannya di mall, mengapa mall menjadi pilihannya?.

Sebagai pembuka cerita, dalam waktu luangnya sehari-hari, ia menyukai nonton TV, berenang di sport club dekat rumah, dan kalau sedang di kosan dihabiskan untuk ngobrol dengan teman-temannya. Dari semua kegiatan yang dilakukan, Herlina paling menyukai mengisi waktu luangnya dengan mengobrol ,”Soalnya kalo ngobrol bisa cerita-cerita aja sama temen, saling berbagi aja, curhat kadang-kadang.” Buatnya, mengisi waktu dengan teman-teman dirasakannya lebih banyak kegiatan yang bisa dilakukan dibandingkan dengan ia sendirian, karena kalau sendirian dirasakannya lebih memicu kebosanan.

Sebagai anak kost, aktifitas dalam mengisi waktu luang dilakukannya berbeda apabila sedang berada di rumahnya yang berlokasi di Jakarta Timur. “Kalo di kosan paling pergi sama temen, makan, jalan, nonton, kalo di rumah lebih family time aja sih, sama keluarga.”
Tempatnya pun juga berbeda, aktifitas waktu luang bersama teman-temannya dilakukannya di mall, “Yang deket-deket aja sih, TA, CP.” Namun, kegiatan yang dilakukan di mall tersebut lebih bersifat straight forward, kalau ingin nonton, langsung pergi ke cinema, dan untuk makan langsung pergi ke restorannya.

Diakukinya, selain mall, Herlina tidak pernah mengunjungi tempat-tempat lainnya seperti museum, “Ya kurang tertarik aja, mungkin museum disini tempatnya kaya gak ada daya tariknya gitu, ya kalo sejarahnya sih cukup menarik, tapi kalo ke museumnya kurang daya tariknya kaya ‘yuk ke museum yuuk’ gak ada gitu.” Tambahnya, “Gw sih lebih suka ke mall ya.”

Berdomisili di Jakarta Timur, Herlina mengakui kalau dirinya jarang berpergian ke wilayah Jakarta lainnya, “Selain macet, temen juga kebanyakan juga di daerah Timur dan Barat.” Dari kondisi jalannya, Herlina mengakui membuatnya malas jalan-jalan, “Apalagi jam orang pulang kantor, pasti macet kemana-mana kadang jadi males ya pergi jauh-jauh.”  

Herlina juga membandingkan perbedaan waktu luang saat dirinya masih bersekolah dengan sekarang saat sudah kuliah, “Gw ngerasanya kuliah lebih santai, gak kaya SMA, kalo kuliah ini sibuknya cuma pas ujian aja.” Sehubungan dengan kuliah, Herlina juga mengakui dirinya pernah mencari waktu luang colongan dengan absen kuliah, “Kadang-kadang suka ambil waktu tengah-tengahnya buat makan, hmm waktu luang gak ya, itu sih curi-curi waktu kali ya.” Sehingga menurut Herlina, sebenarnya waktu luang baginya adalah saat sudah selesai melalukan aktifitasnya pada hari itu. “Ya gak harus libur juga sih, maksudnya kalo waktu luang ya abis melaksanakan aktifitasnya ya itu waktu luang buat gw.”

“Weekend selalu jadi waktu luang buat gw.”, aku Herlina. Weekend menjadi pilihan Herlina untuk melakukan family time, namun dirasakan berbeda ambience nya dibandingkan dengan spend waktu dengan teman-teman. Ia merasa lebih tenang dengan keluarga walaupun tidak bisa tertawa lepas, “Kaya di rumah aja gitu, karna gw di kosan terus ya gw mau menikmati rumah aja gitu, suasana di rumah.” Saat-saat liburan panjang menjadi pilihannya untuk stay di rumah berlama-lama, namun terkadang setelah sampai di rumah, Herlina melanjutkan waktu luangnya dengan pergi ke luar kota.
Kembali berbicara mengenai waktu luang bersama teman-teman, Herlina juga ternyata pernah ke beberapa kafe diluar mall seperti Koultura, dan di PIK. Sebenarnya, Ia juga merasa nyaman dan menikmati berada di kafe tersebut karena bersama teman-temannya, selama bersama teman-temannya ia tetap merasa fun dan seru dimanapun. Membandingkan dengan informan sebelumnya mengenai perilaku lifestyle foto-foto, Herlina mengakui, “Soalnya gw gak terlalu harus kemana foto gitu engga, yang penting kita seneng-seneng aja gitu, kadang foto-foto sih, tapi ga gitu penting buat gw. “

Mengenai tempat dan kejadian yang memorable di Jakarta, Herlina mengakui tidak ada tempat yang memorable baginya, karena menurutnya tempat yang sesuai untuk momen-momen memorable adalah tempat yang enak untuk nongkrong dan nyaman bagi dirinya dan teman-temannya.
“Biasanya disini tempatnya enak nih, trus kita dateng.”, kata-kata tersebut seringkali menarik Herlina untuk mendatangi suatu tempat yang baru, namun dirinya juga melakukan re-check untuk memastikan tempat tersebut enak. Berbicara mengenai tempat, ia mengakui kalau tempat terbuka kurang ia sukai, karena polusi udara dan kotor. Ternyata, hal itu menjadi faktor mengapa Herlina mengakui dirinya memilih mal dibandingkan tempat-tempat lainnya, apalagi jika dibandingkan untuk pergi ke tempat taman-taman terbuka misalnya.

Dalam penggunaan sosial media, Herlina dapat dikatakan banyak menggunakan sosial media. Path, Twitter, Instagram, dan Ask.FM menjadi sosial media pilihan Herlina, dan Path menjadi sosial media yang paling aktif, “Upload foto, ngerepath, trus ya liat-liat aja.” Bagi Herlina, Path digunakannya untuk update film yang sedang ditontonnya dan update tempat-tempat.
Update tempat-tempat baru dari orang lain diakui menjadi faktor untuk mengisi waktu luang, karena tempat-tempat yang ia lihat di sosial media biasanya ia kunjungi di waktu-waktu luang.


Sebagai penutup, Herlina mempunya kesan kalau fasilitas umum di Jakarta aik dari segi transportasi dan wisata, masih dirasakan kurang baik untuk mengisi waktu luang, seperti museum yang kurang menarik tadi, sehingga itulah  alasan mengapa dirinya memilih untuk berada di mall. 

No comments:

Post a Comment